Umi Khusnul Khotimah
2025 · Book · Open Access
Dalam kehidupan sehari-hari, ekonomi memegang peran penting dalam membentuk kesejahteraan dan keadilan sosial. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami prinsip-prinsip ekonomi yang terkandung dalam ajaran agama mereka. Buku ini hadir sebagai upaya untuk menguraikan dan menjelaskan secara komprehensif prinsip-prinsip ekonomi Islam yang terdapat dalam Al-Qur’an. Setiap bab dalam buku ini meneliti topik tertentu yang relevan dengan ekonomi Islam, mulai dari prinsip-prinsip kemitraan dan kerjasama, hingga masalah-masalah ekonomi yang kompleks. Pembaca akan diajak untuk memahami konsep shirkah, mudharabah, hingga prinsip-prinsip perdagangan, riba, distribusi, dan produksi dalam Islam. Melalui tafsir ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, pembaca akan dibimbing untuk memahami nilai-nilai dan pesan-pesan yang terkandung dalam teks suci tersebut. Kami berharap karya ini dapat menjadi sumber inspirasi dan panduan bagi pembaca dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat yang adil, berkeadilan, dan berkeberkahan.
Fattah Nanang
2025 · Book · Open Access
Peraturan-Peraturan Pendidikan
Abdul Aziz Bustomi Assaud
2025 · Book · Open Access
Tafsir Quran
Nurul Ulfatin
2025 · Book · Open Access
Manajemen Sumber Daya Manusia
Yusuf bin Ismail
2025 · Book · Open Access
Siroh
Akdon
2025 · Book · Open Access
Manajemen Pendidikan
Suderadjat Hari
2025 · Book · Open Access
Manajemen Mutu
Nata Abuddin
2025 · Book · Open Access
Peraturan-Peraturan Pendidikan
Pidarta Made
2025 · Book · Open Access
Administrasi Pendidikan
Addzahabi
2025 · Book · Open Access
Biografi Tokoh Agama Islam
Abbas Siradjuddin
2025 · Book · Open Access
Filsafat dan Teori Tentang Agama Islam
Hamid Laonso
2025 · Book · Open Access
Fikih
Buya Yahya
2025 · Book · Open Access
Ulama
Dr. Muhammad Na'im Muhammad Hani Sa'i
2025 · Book · Open Access
Masalah khilafiyah dalam dunia fikih adalah hal biasa. Dalam satu masalah, sering ditemui ada sejumlah pendapat di dalamnya. Bahkan dalam satu madzhab pun tak jarang terjadi perbedaan pendapat di antara para tokohnya. Itulah fikih. Para imam dan ulama besar tidak bisa "dipaksa" untuk punya pendapat yang sama dengan yang lain. Mereka mencurahkan segenap ilmu dan pemikirannya untuk berijtihad, di mana masing-masing mereka bisa saja berbeda dalam menginterpretasikan suatu dalil. Banyak ulama mengatakan, bahwa mengikuti pendapat mayoritas (jumhur) adalah lebih selamat dan menenangkan hati. Meski tidak mutlak demikian. Namun setidaknya, itulah yang diusahakan dan ingin diwujudkan oleh penulis, Syaikh Dr. Muhammad Naim Hani Sa'i, seorang pakar fikih dari negeri Syam dan dosen fikih di America Open University, serta dosen tamu di sejumlah universitas dan Islamic Center di Amerika. Dalam buku ini, beliau mengumpulkan ribuan masalah fikih, di mana ada pendapat jumhur di sana, dengan tetap menghargai dan tidak menafikan adanya pendapat yang berbeda. Selain bisa saja menjadikan Anda seperti seorang "pakar fikih" secara instan, pun buku yang ada di tangan Anda ini akan membuat Anda bisa lebih lebih bijak dalam memahami dan menyikapi perbedaan pendapat. Dan, tentu ini yang lebih penting..! - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.
None
2025 · Book · Open Access
Biographies of Indonesian ulamas from the Nahdlatul Ulama.
M. Hasbi Amiruddin
2025 · Book · Open Access
Yusny Saby
2025 · Book · Open Access
K.H. Husein Muhammad
2025 · Book · Open Access
Pernahkah Anda mendengar nama Imam Nawawi, Ibnu Jarir ath-Thabari, atau Ibnu Taimiyah? Nama pertama adalah raksasa Madzhab Syafi’i, nama kedua terkenal sebagai Guru Besar Para Mufasir, sedangkan nama ketiga adalah ulama kebanggaan kaum Salafi. Ketiganya adalah ulama besar, dan mereka tentu saja mafhum soal hukum menikah. Namun, hingga akhir hayatnya, mereka memilih untuk melajang (jomblo). Mengapa? Anda akan menemukan jawabannya dengan membaca buku ini. Buku ini berisi biografi singkat 21 tokoh jomblo, dari generasi shalafush shalih hingga kontemporer, baik tokoh laki-laki maupun perempuan. Mereka terdiri dari ahli tafsir, ahli hadits, ahli fiqh, sufi, sastrawan, politisi, fiminis, bahkan Wali Quthub, mujtahid (ahli ijtihad), mujaddid (pembaru), dan mujahid (pejuang). Ada banyak alasan mereka memilih untuk tidak menikah. Karena sangat larut dalam telaga keimanan dan peribadatan, tenggelam dalam telaga ilmu pengetahuan, hingga sangat sibuk berjuang. Di bagian akhir, penulis memberikan keterangan yang sangat memikat mengenai hukum menikah lintas mazhab.
M. Solahudin
2025 · Book · Open Access
Fawaizul Umam
2025 · Book · Open Access
Melalui fatwa, MUI terus berupaya meneguhkan diri sebagai otoritas keulamaanÊtunggalÊdanÊpaling absahÊmenyangkut isu-isu keagamaan. Terhadap isu-isu terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan, nalar fatwanya terbukti telah membuat negara nurut dan umat pun tunduk. Signifikansinya terutama memang menegas kuat dalam dinamika praksis kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Timur. Bagaimana MUI meneguhkan peran sekaligus menghabiskan diri sebagai institusi keulamaan paling otoritatif di Indonesia? Bagaimana MUI mengkonstruksi makna dan melibatkan diri dalam praksis kebebasan beragama dan berkeyakinanÑsebagaimana dalam hal ini direpresentasikan MUI Jawa Timur? Lalu, bagaimana implikasinya bagi masyarakat, baik pelaku maupun korban? Karya disertasi ini berikhtiar menyisirnya dari Jawa Timur, sebuah wilayah yang sedari lama disebut-sebut paling toleran, tetapi belakangan terbukti tesis itu mulai terpatahkan ... *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)